Jika suatu hari ketika menggali tanah di halaman belakang rumah dan kamu menemukan harta terpendam, kira-kira apa yang akan kamu lakukan? Ben Bishop, seorang warga Inggris, dapat dikatakan sangat beruntung. Dia berhasil menemukan sebentuk cincin emas yang setelah diidentifikasi ternyata berasal dari periode Elizabeth. Meskipun cincin itu adalah benda bersejarah yang berharga, namun tidak ada museum yang mau menawarnya. Sebenarnya apakah yang terjadi di sini?

Pada saat itu, Bishop memegang detektor logam dan berkeliling mencari keberadaan limbah logam untuk meminimalisasi pencemaran tanah sehingga tanaman yang ditanam tidak menerima pengaruh buruk. Ketika detektor itu tiba-tiba-tiba berbunyi, Bishop mengira bahwa itu adalah sampah logam biasa, misalnya kaleng. Tapi ketika digali, ternyata dia malah menemukan sebentuk cincin emas.
Saat melihat desain cincin yang sangat istimewa, Bishop pun menarik kesimpulan bahwa itu pasti adalah benda berharga. Jadi, dia pun membawanya ke museum untuk diidentifikasi. Tanpa diduga, nilai cincin itu ternyata jauh melebihi perkiraannya. Cincin itu berasal dari periode Elizabeth, lebih dari 400 tahun yang lalu.

Cincin itu terbuat emas murni dan dibuat dengan proses produksi yang sangat canggih. Beratnya yang mencapai 17 gram, ditambah dengan nilai sejarah selama 400 tahun, maka nilainya pun ditaksir seharga lebih dari 1 juta poundsterling (sekitar 19,5 milyar rupiah).
Peraturan setiap negara mengenai benda berharga yang ditemukan di wilayahnya tentu berbeda-beda. Ada negara yang menerapkan peraturan bahwa semua benda berharga di wilayahnya adalah milik negara, sehingga ketika ada warganya yang tak sengaja menemukan, maka negara akan menyitanya dan hanya memberikan kompensasi saja kepada orang yang menemukan.

Namun, peraturan di Inggris ternyata tidak demikian. Setiap benda berharga yang ditemukan akan menjadi hak milik sang penemu. Jika ingin memilikinya, maka negara atau pihak lain harus membayar sesuai harga taksiran. Lalu kenapa tidak ada museum yang berani membelinya? Alasannya tidak lain karena harganya yang terlalu tinggi.
Karena tempat di mana Bishop menemukan cincin itu bukanlah miliknya sendiri, maka Bishop akan membagi setengah dari harga jual kepada sang pemilik tanah.

Menurut berita terbaru dari BBC Inggris, cincin emas itu sudah terjual di Hansons Auctioneers pada bulan September lalu. Meskipun tidak tahu harga jual akhirnya berapa, namun Bishop tidaklah mungkin menerima uang dalam jumlah sedikit.
Sumber: bldaily