Tubuh manusia yang berusia 200 tahun, ditutupi dengan kulit binatang, ditemukan di Mongolia.

Mumi ditemukan dalam posisi Lotus.
Setelah pemeriksaan medis yang tak terhitung jumlahnya, tampaknya tubuh yang sangat terawat itu milik seorang lama, seorang guru Buddha Tibet.

Tidak ada yang sensasional di sini, tetapi para peneliti di Institut Seni Buddha Mongolia telah menyatakan bhikkhu yang hidup dan benar-benar dalam keadaan spiritual yang sangat langka.

Itu sebabnya dia tidak akan dikuburkan, tetapi akan dipelajari, berharap menemukan rahasia leluhur meditasi.
Literatur Inggris penuh dengan kasus seperti itu, orang Inggris sering dipanggil di India untuk mengesahkan segala macam fenomena.

Misalnya seorang bhikkhu, setelah 50 tahun bermeditasi, orang-orang mencoba untuk membuatnya hidup, tetapi tubuhnya sudah dimakan oleh kecoak.
Satu lagi tubuh terbawa oleh banjir.

Ilmu ini dikenal sebagai Kundalini Shakti, kekuatan spiritual yang membuat manusia menyesuaikan detak jantung, dapat menghentikan detak jantung dan bernapas dari beberapa menit ke periode yang lebih lama, mengkonsumsi berbagai jenis energi.

Kasus-kasus ini menunjukkan kepada kita bahwa jiwa dapat meninggalkan tubuh fisik semaunya.
Biksu ini tentu tidak ingin kembali ke tubuh fisik, tetapi temuan ini menunjukan bahwa ada kehidupan setelah kematian.

Referensi :
Mongolian scientists study 200-year-old mummified monk who is 'still alive'. (n.d.). Retrieved September 30, 2018, from

www.telegraph.co.uk/news/worldnews/asia/mongolia/11387391/Mongolian-scientists-study-200-year-old-mummified-monk-who-is-still-alive.html